kala mulut tak bisa berkata
airmata sang simbol jiwa
laksana sang pujangga mulai menjalankan tinta
mengores kertas putih tanpa tanya
melaju hinga tiada asa
merenda bahagia duka lara
oh laksana pujaga tiada tara tampak
menetes setitik menggores banyak
berteriak mejelma sembari bersorak
oh sang pujanga malang
tak pekang tertawan kilauan bintang
sekilas memerca lara lapang
lalu menghilang
